MENGUNGKAP KEIMANAN ABÎ THÂLIB; Perspektif Buku Asnâ Al-Mathâlib Fî Najâh Abî Thâlib Karya Zainî Dahlân *

Oleh: Khoirul Anwar **

 

“Dalam buku Asnâ al-Mathâlib fî Najâh Abî Thâlib tertimbun segudang dalil yang bertalian dengan keimanan Abî Thâlib.”

[Shâlih al-Wardânî]

 

I. Prolog

Dalam wacana agama yang sudah mapan di tengah ummat Islam Abû Thâlib sering kali diklaim sebagai orang kafir dan kelak di akhirat akan menjadi penghuni setia Neraka, asumsi demikian dapat dimaklumi keberadaannya mengingat para “penganggit” kitab dalam beberapa statemennya seringkali mendaku pendapat tersebut sebagai suara mayoritas.

Sebagai sampel, misalnya Abû Zahrah dalam bukunya yang bertitel Khâtam al-Nabiyyîn Shallallah ‘Alaih wa Âlih wa Sallam menyatakan bahwa, “Abû Thâlib mati dalam keadaan syirik”. Menurutnya pendapat ini dikemukakan oleh suara mayoritas dari ulama` Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah, pakar fikih (fuqahâ`), dan ahli hadis. Sedangkan pendapat yang mewacanakan “keimanan Abû Thâlib dan keselamatannya di akhirat” oleh Abû Zahrah dituding sebagai pendapat ulama` berhaluan Syî’ah.

Syahdan, klaim Abû Zahrah dan ulama` yang sependapat dengannya tak lebih dari “pepesan kosong” karena Ahmad bin Zainî Dahlân atau yang biasa dikenal dengan Zainî Dahlân, salah seorang “penjaga gawang” Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah dan seorang yang rajin mengkritik wahabi, menyatakan sebaliknya, yaitu mayoritas Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah berpendapat bahwa Abû Thâlib merupakan salah seorang yang beriman kepada Allah dan utusan-Nya dan kelak akan dimasukkan ke dalam Sorga selama-lamanya.

Pernyataan Zainî Dahlân ini terekam dalam karya intelektualnya yang bertitel Asnâ Al-Mathâlib fî Najâh Abî Thâlib. Oleh karena itu kitab ini sangat urgen untuk dikaji mengingat wacana keagamaan yang diyakini oleh umat Islam bertentangan dengan “keyakinan yang sesungguhnya”.

Baca Juga  Ketua MUI Jepara: Sampingkan Masalah Furu’iyyah, Menuju Indonesia yang bermartabat

Download makalah

spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini