elsaonline.com

Voice of the voiceless

Teologi Pembebasan Amerika Latin: Sebuah Survei Singkat

1 min read

Oleh: Rudolfus Antonius

Pengantar

Pada akhir 1960-an, sebuah gerakan sosial dan intelektual baru muncul di Amerika Latin.  Berakar dalam Iman Kristen dan Alkitab, gerakan tersebut mengupayakan suprasuktur ideologisnya berdasarkan refleksi-religius yang terkait-erat dengan organisasi Gereja.

Para anggota dari tarekat-tarekat (ordo-ordo) berkomitmen pada ikrar kemiskinan. Mereka tidak mempunyai harta-milik secara individual. Meski demikian, mereka menikmati standart-dan-jaminan-hidup yang memisahkan mereka dari pergulatan sehari-hari kaum miskin. Pada waktu itu muncullah pertanyaan: Kemiskinan macam mana yang seharusnya dihidupi para anggota tarekat manakala sebagian besar orang (umat) hidup dalam kemiskinan yang sangat parah, yang merendahkan harkat-martabat kemanusiaannya? Apa yang harus dilakukan oleh Gereja dan orang-orang Kristen?

Teologi Pembebasan muncul sebagai hasil dari refleksi yang kritis-sistematis atas Iman Kristen, implikasi-implikasi, dan praksisnya. Teolog-teolog yang merumuskannya adalah sekelompok kecil rohaniwan Katolik dan Protestan. Mereka melayani sebagai penasihat-penasihat para romo, suster, dan pendeta. Karena itu mereka bersentuhan langsung dengan kelompok-kelompok akar-rumput, bahkan menyediakan waktu untuk bekerja bersama-sama dengan kaum-miskin. Kontak langsung itu memunculkan berbagai pertanyaan yang pada gilirannya menjadi pergumulan teologis.

Download Makalah

Baca Juga  Harjanto Halim tentang Pengalaman Beyond Religions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *