GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang selalu relevan dalam kehidupan gereja. Sejak masa gereja mula-mula hingga konteks Indonesia modern, gereja senantiasa diperhadapkan pada pertanyaan mengenai bagaimana menghidupi panggilannya sebagai umat Allah sekaligus sebagai bagian dari masyarakat dan negara. Pergumulan tersebut menjadi semakin penting dalam konteks Indonesia yang ditandai oleh kemajemukan agama, budaya, dan pandangan politik, serta oleh sejarah panjang hubungan antara agama dan kekuasaan.
Dalam konteks GPIB, pergumulan tersebut memiliki dimensi historis yang khas. Sebagai salah satu gereja yang lahir dari proses perkembangan gereja Protestan di Indonesia, GPIB tidak dapat dilepaskan dari sejarah kolonialisme Belanda yang turut membentuk struktur, tradisi, dan pola relasi antara gereja dan negara. Pada saat yang sama, GPIB juga lahir dan berkembang dalam semangat nasionalisme Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan dan membangun identitas kebangsaan. Oleh karena itu, identitas GPIB terbentuk dalam ruang historis yang mempertemukan warisan kolonial dengan tuntutan kontekstual sebagai gereja Indonesia.

Penulis:Pdt. Dr.Z.Yunus Laritmas.M.Si
Tebal Buku: xvi + 244 halaman
Editor: Tedi Kholiludin
Tahun Terbit: September 2026
Penerbit: eLSA

Beli Buku

Baca Juga  eLSA Report on Religious Freedom LIV
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini