Kiai Ubaid: “Pilihlah Pemimpin Tak Punya Masalah HAM”

Istighotsah PWNU Jawa Tengah
Istighotsah PWNU Jawa Tengah
[Semarang –elsaonline.com] Sekira 400 kiai dan santri dari berbagai wilayah di Jawa Tengah berdoa bersama untuk bangsa menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang di aula gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Senin (7/7) malam. Mereka berdoa agar pelaksanaan pilpres berjalan dengan lancar dan terhindar dari konflik
kepentingan yang ada.

Doa untuk bangsa itu dihelat dilatarbelakangi karena banyaknya peristiwa, fitnah yang menimpa penduduk Indonesia. Selain itu, para kiai juga khawatir akan kepemimpinan lima tahun soal nasib bangsa Indonesia ke depan.

“Doa ini bertujuan agar Indonesia dipimpin oleh orang yang agamanya jelas, mengerti dan menjalankan kewajiban agama. Tidak saja pada saat kampanye, tapi pada ‘tabiatnya’, ” ujar Rois Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh di Semarang, Senin (7/7) malam.

Doa untuk bangsa itu juga meminta kepada Tuhan agar tidak menurunkan pemimpin yang tidak taat beragama. Pada kesempatan ini pula, Kiai Ubaid mengingatkan agar Indonesia dipimpin oleh orang takut dan taat pada Tuhan.

“Kami minta kepada Tuhan agar pemimpin yang terpilih bisa menjaga hak-hak manusia. Kalau mempunyai kesalahan dengan ‘anak adam’ (manusia) harus meminta maaf. Jika tidak, jangan sampai memilih orang tidak bersedia minta maaf,” paparnya.

Kiai Ubaid juga menegaskan kepada para Kiai dan Santri yang hadir agar tidak memilih pemimpin yang tidak adil. Doa untuk bangsa, tandas Kiai Ubaid, dalam rangka mencari hal itu.

“Semoga pemilu berjalan adil, tak ada kecurangan, intimidasi, tekanan. KPU juga harus tranparan dan tidak curang,” tambahnya.

Selain berdoa, para kiai dan santri juga berdzikir, beristigosah serta melantunkan beberapa puja-puji bagi Nabi Muhammad. Hadir dalam kesempatan ini, Pengurus Syuriah dan Tanfidziah PWNU, Kiai, Santri Pondok Pesantren, dan masyarakat umum. [elsa-ol/Nurdin-@nazaristik)

Baca Juga  Mencari Nilai Kebersamaan Yang Menyatukan
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

Hukum Lingkungan Internasional

Angin tidak punya KTP, sehingga kalau pencemaran udara terjadi...

Onderdistrict Tjilimoes

Buku ini berangkat dari pertanyaan sederhana, bagaimana perubahan yang...

Yaumul Quds: Politik Simbol dan Emosi Kolektif dalam Solidaritas Palestina

Oleh: Tedi Kholiludin Jarum jam belum genap menunjuk pukul 14.00...

EN (?): Konsep Ikatan Tak Terlihat dalam Budaya Jepang

Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang) elsaonline.com Dalam hidup,...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini