elsaonline.com

Voice of the voiceless

Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Jawa Tengah 2020

2 min read

Tahun 2020, merupakan satu dasawarsa pemantauan yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Studi Sosial dan Agama (ELSA). Dalam rentang waktu tersebut, upaya untuk mengembangkan data dan analisis terhadapnya terus dilakukan. Jika pada 6 atau 7 tahun pertama analisis hanya berdasarkan perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) saja, maka pada penerbitan berikutnya, analisis dilakukan dengan turut menghadirkan perspektif sosial dan politik. Cara pandang yang kaya ini diharapkan dapat melahirkan analisis yang lebih lengkap, meski mungkin hasilnya belum sesuai yang diharapkan.

Laporan tahunan 2020 ini bertumpu pada dua konten; elaborasi data-data kasus keagamaan (dan terorisme) serta analisis terhadap kasus-kasus khusus. Analisis diberikan pada tiga peristiwa, layanan publik penghayat kepercayaan dalam bidang pendidikan, kasus intoleransi terhadap kelompok Syiah serta akhir dari kisah penolakan Gereja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari di Kota Semarang.

Jika dilihat dari aspek kejadian, yang terjadi pada tahun 2020 ada 6 kasus, khusus yang berkaitan dengan tindakan intoleransi. Ada kasus yang tidak bisa dikategorikan sebagai intoleransi, tetapi masih berarsiran dengan isu keagamaan. Pada sisi lain, menghadirkan data tentang terorisme menjadi hal yang penting, karena, berdasarkan pantauan kami ada lebih dari dua puluh orang yang ditangkap karena diduga terhubung dengan gerakan terorisme.

Sebagai pungkasan di kata pengantar, laporan ini merupakan kerja keras dari mereka yang selama ini dengan tekun mengumpulkan data. Laporan-laporan yang mulanya agak simpang siur, kemudian didalami dengan memanfaatkan jejaring yang ada, dan tak jarang melakukan investigasi lapangan agar meminimalisir reduksi. Penulisan laporan tahun 2020 ini dipandegani oleh Ceprudin, yang diberikan mandat sebagai Koordinator Advokasi Kebijakan Publik di Yayasan ELSA dengan dukungan data yang diberikan oleh Sidik Pramono, Jaedin, serta Ridhallah Alaik. Saya tentu berterima kasih kepada semuanya yang telah menjaga konsistensi ELSA untuk berpartisipasi di ruang ini.

Baca Juga  Sumanto Al Qurtuby: Kelompok Anti Pluralisme Marak Mencari Panggung

Download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *