eLSA Report on Religious Freedom XLII

bulettin edisi 42

Pembaca yang budiman, terbitan eror-f masih fokus pada layanan administrasi kependudukan. Baik penganut Sedulur Sikep di Kabupaten Kudus maupun penganut Sapta Darma Kabupaten Brebes masih terdapat hambatan dalam layanan publik.

Pendataan secara kuantitatif masih terus dilakukan. Hasilnya cukup menarik, karena ternyata banyak data yang belum terungkap sebelumnya. Seperti jumlah generasi muda Sedulur Sikep yang bersekolah dan bagaimana cerita mereka ketika bersekolah menjadi data baru. Begitu yang data yang didapat dari penganut Sapta Darma Brebes.

Keadaan mereka yang sekarang tereksklusi oleh pemerintah dan lingkungan ternyata terjadi sudah sejak lama. Padahal, penganut Sapta Darma selalu berupaya terbuka kepada pemerintah dan kepada lingkungan sekitar.Hingga sekarang, dua kelompok penganut Kepercayaan tersebut masih terus berjuang untuk mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara dan juga sebagai manusia. Mereka tak mengenal lelah meskipun mereka kurang diperhatikan oleh pemerintah.SELAMAT MEMBACA [e]

Download disini

Baca Juga  eLSA Report on Religious Freedom XIV
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...

Dinamika Dunia Sastra di Indonesia

Secara umum (terminologi), sastra dapat dimaknai sebagai bentuk karya...

Tidak Ada Ruang Publik Gratis dan Demokratis

Oleh: Alfian Ihsan Dosen Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman   Apakah Anda selalu...

1 KOMENTAR

  1. bangkitlah agama2 lokal & buang jauh2 agama2 pencari pembenaran dari padang pasir yang penuh kebiadaban, islam-kristen harus dibuang dari muka bumi nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini