Oleh: Tedi Kholiludin
Bulan Ramadlan kemarin (Juni 2017), 7 orang mahasiswa jurusan Antropologi Undip bersilaturahmi ke rumah. Mereka mendapatkan tugas dari dosennya untuk diskusi atau...
Oleh: Tedi Kholiludin
Seusai pemilihan umum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 29 September 1955, Aidit menyampaikan pidato di hadapan sidang politbiro pada 8 November 1955. Pidato...
Oleh: Tedi Kholiludin
Tafsir Romo Nicolaus Driyarkara terhadap Pancasila, sependek bacaan saya terhadap tulisan-tulisannya, adalah sesuatu yang orisinil. Driyarkara menafsir Pancasila dengan menjadikan manusia...
Oleh: Tedi Kholiludin
Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu atau yang biasa dengan akrab saya sapa Caken, kerap mengingatkan saya dan para peserta diskusi...
Oleh: Tedi Kholiludin
Saya seringkali kehabisan cara ketika tiba-tiba, Najma, panggilan Najma Syafa Fathia Cholil (putri pertama pasangan Ayah Tedi dan Mama Meiga) sudah memegang...
Oleh: Tedi Kholiludin
Beberapa hari lalu, Mas Ulil Abshar Abdalla mengenalkan kepada saya sebuah buku karya Mary Eberstadt; Has the West Really Lost God: A...