Anak Penghayat Terpaksa Berjilbab di Sekolah

[Pekalongan –elsaonline.com] Sejak diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, salah satu sekolah yang ada di Pekalongan, Adinda (bukan nama sebenarnya), anak seorang penghayat kepercayaan, terpaksa harus menggunakan jilbab ketika bersekolah. Rutinitas menggunakan jilbab ini dia lakukan hingga naik kelas tiga, sekarang ini.

“Sekolahku SMP Negeri, setiap hari kalau ke sekolah ya pakai jilbab,” kata Adinda, gadis berumur 14 tahun kepada elsaonline, Sabtu (28/6). Menurutnya, dia satu-satunya anak seorang penghayat kepercayaan yang sekolah di tempat tersebut. Kepercayaan Adinda ini ia warisi dari bapaknya yang seorang pemeluk kepercayaan yang tinggal di Pekalongan.

Kebiasaan menggunakan jilbab ketika ikut kegiatan belajar mengajar di sekolahnya telah dia jalani sejak masuk di kelas 1. Sekarang ia sudah dinyatakan naik ke kelas 3. Ia pun masih menggunakan jilbab meskipun bersekolah yang statusnya negeri. Jilbab yang dipakai Adinda sepaket dengan seragam yang disediakan oleh pihak sekolah.

Jilbab yang ia kenakan hanya dipakai ketika berangkat ke sekolah. Hal itu dilakukan Adinda untuk mentaati peraturan sekolah. Namun sepulangnya dari sekolah, di rumah ataupun di lingkungan sekitar, Adinda berpakaian biasa dan tidak menggunakan jilbab.

Dia menuturkan, guru yang mengajar di sekolah negeri tersebut ada yang tahu kalau Adinda adalah seorang penghayat kepercayaan. “Ya sebagian guru ada yang tahu (tahu kalau adinda seorang penghayat), ada juga guru yang tidak tahu mas,” ujarnya dengan nada lugu.

Pada jam pelajaran pendidikan agama Islam, lanjutnya, dia disuruh untuk mengikuti mata pelajaran tersebut. Dia pun ikut jam mata pelajaran itu. Bahkan ia juga disuruh untuk menghafalkan. “Disuruh ikut pelajaran agama, kadang ngafalin mas”, tandasnya sambil tersenyum manis. [elsa-ol/Wahib-@zainal_mawahib]

Baca Juga  Kala Rahmat Berujung Sesat
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

Sosiologi Agama Metamodern

Oleh: Tedi Kholiludin Bagaimana arah studi (sosiologi) agama dalam kerangka...

Masa Depan Teori Setelah Kritik: Tentang Ontologi Sosial Proses

Oleh: Tedi Kholiludin Saya sedang membaca buku yang terbit tahun...

Hadir Tanpa Menetap: Tentang Absence

Belakangan ini saya sedang tertarik menelaah gagasan filsuf asal...

Dari Administrasi hingga Transformasi Organisasi

Memasuki dasawarsa kedua sejak kelahirannya, Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK)...

GPIB DAN RELASI GEREJA-NEGARA DI INDONESIA

Kajian mengenai relasi gereja dan negara merupakan tema yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini