Kedai Harmoni VI

 

Dinamika kehidupan penghayat pada umumnya berkutat di seputar pembatasan, limitasi dan diskriminasi. Di siklus kehidupan yang mereka lalui cerita tentang diskriminasi itu selalu hadir. Mulai lahir, sekolah, menikah, bekerja hingga mati, cerita pilu selalu memaku. Tentu saja hal demikian sesuatu yang tidak dikehendaki. Banyak upaya untuk keluar dari jejaring tersebut. Bagaimana mereka berinisiatif untuk dapat menghindari segala rintangan yang dihadapinya?

 

Tema: Dinamika Kehidupan Penghayat Kepercayaan

Host: Tedi Kholiludin
Narasumber: Suwardi (Penghayat Kepercayaan Tri Tunggal Bayu, Banyumas)

Baca Juga  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

STBI Semarang Menyiapkan, Jemaat Menahbiskan

Semarang elsaonline.com Alumnus sekolah teologi menjaga tradisinya berinovasi agar...

Kampung Harmoni Kristen-Muslim

Relasi Kristen-Muslim di Indonesia sangat dinamis dan fluktuatif. Daerah-daerah...

Di Kampung Melayu Semarang, Toleransi Tak Pernah Jadi Spanduk

  Semarang—elsaonline.com Naif Abdurrahman Hasan melangkah pelan di lorong sempit...

Menembus Prasangka: Potret Kehidupan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Semarang

Perbedaan pemahaman keagamaan masih menjadi salah satu persoalan...

Sosiologi Agama Metamodern

Oleh: Tedi Kholiludin Bagaimana arah studi (sosiologi) agama dalam kerangka...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini