Peduli Kemanusiaan, Berharap Konflik Palestina Segera Usai

Peserta Peringatan Yaum al-Quds di Pekalongan
Peserta Peringatan Yaum al-Quds di Pekalongan
[Pekalongan –elsaonline.com] Aksi agresi Israel terus menerus membombardir Palestina. Hampir seribu korban sudahh berjatuhan. Tragedi ini menjadi perhatian masyarakat luas di berbagai negara. Umat Syiah atau Ahlul Bait di Indonesia, juga memberikan dukungan terhadap palestina. Digelarlah aksi solidaritas Peduli Palestina oleh Koalisi Peduli Perdamaian di Pekalongan, Jumat (25/7).

Solidaritas yang berlangsung satu jam ini bertepatan dengan Peringatan Hari al-Quds se dunia. Mereka seperti hendak melanjutkan spirit perjuangan Ayatullah Khomeini, pemimpin besar Revolusi Iran yang menjatuhkan Rezim Syah Reza Pahlevi pada 1979.

Aksi tersebut menyuarakan dukungan perdamaian di Palestina yang terus diserang oleh Israel. “Kami memohon kepada seluruh warga Indonesia khususnya, dan masyarakat sedunia untuk menyuarakan perdamaian kedua negara tersebut,” seru Akmal, koordinator aksi solidaritas tersebut.

Atas nama semangat perdamaian dan atas nama kemanusiaan, masa aksi berharap konflik Israel-Palestina segera damai. “Kami berharap, konflik ini segera berakhir. Karena mengingat banyaknya korban atas konflik tersebut, atas nama kemanusiaan kami menyuarakan perdamaian,” tandas Akmal. [elsa-ol/Yono-@cahyonoanantato]

Baca Juga  Dua Warga Sukorejo Dihukum 5 Bulan
spot_imgspot_img

Subscribe

Artikel Terkait

PELITA Semarang: Merawat Keyakinan, Menjaga Kemanusiaan

Siang di Jalan Mataram No. 653, Wonodri, Semarang Selatan,...

STBI Semarang Menyiapkan, Jemaat Menahbiskan

Semarang elsaonline.com Alumnus sekolah teologi menjaga tradisinya berinovasi agar...

Kampung Harmoni Kristen-Muslim

Relasi Kristen-Muslim di Indonesia sangat dinamis dan fluktuatif. Daerah-daerah...

Di Kampung Melayu Semarang, Toleransi Tak Pernah Jadi Spanduk

  Semarang—elsaonline.com Naif Abdurrahman Hasan melangkah pelan di lorong sempit...

Menembus Prasangka: Potret Kehidupan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Semarang

Perbedaan pemahaman keagamaan masih menjadi salah satu persoalan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini