Oleh: Tedi Kholiludin
Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....
Oleh: Tedi Kholiludin
Ketika berpidato pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945, Soekarno menyebut frasa yang menunjukkan keluasan pemahaman dia...
Oleh: Tedi Kholiludin
Pasar adalah ruang yang egaliter. Penjual dan pembeli beradu harga mencari kesepakatan. Sesekali pembeli menggerutu sembari menenteng barang yang dibeli. “Dasar Cina.”...
Oleh: Tedi Kholiludin
Alasan kenapa ia mau bekerja kepada orang Tionghoa di Semarang, mulanya adalah hal praktis, ia tidak harus menginap. Sore hari ia bisa...
Oleh: Tedi Kholiludin
Struktur sosial, atau lebih mudah kita membayangkannya sebagai posisi sosial, bagaimanapun juga memiliki pengaruh terhadap sebuah hubungan. Posisi tersebut bisa semakin melanggengkan...
Oleh: Tedi Kholiludin
Jelang maghrib, wanita cantik berjilbab berbaris rapi membawa kardus berisi ragam panganan; kolak, kurma dan es teh manis. Mereka mengambil tempat di...