Tag: Toleransi

Gaya Berpuasa Kaum Urban

Oleh: Tedi Kholiludin Jelang maghrib, wanita cantik berjilbab berbaris rapi membawa kardus berisi ragam panganan; kolak, kurma dan es teh manis. Mereka mengambil tempat di...

Hidup Yang Menghidupkan dan Menghidupi

Oleh: Tedi Kholiludin Ruang perkuliahan sering saya gunakan sebagai sarana belajar kepada teman-teman mahasiswa. Satu waktu, saya meminta mereka untuk berbagi kisah hidupnya. Bagaimana mereka...

Menelan Pahit, Menyembuhkan Luka

Oleh: Tedi Kholiludin Masih ingat bagaimana Dani Alves menyikapi diskriminasi yang dihadapinya? 27 April 2014, Barcelona menantang tuang rumah Villarreal pada lanjutan Primera Division atau...

Identitas Kota

Oleh: Tedi Kholiludin Untuk mempertegas identitas sebuah kota, pemerintah setempat biasa menandainya dengan sebuah julukan di tugu perbatasan. Pemerintah Kabupaten Demak mencirikan areanya sebagai Kota...

“Menghidupkan” Kembali Mbah Pringis: Jawa, Islam dan Tionghoa

Oleh: Tedi Kholiludin Sekitar tahun 2007 saya pernah berbincang agak lama dengan seorang Tionghoa Muslim. Itu saya lakukan tak lama setelah ia mengeluarkan album “Tembang...

Ramadlan dan “Ruang Kesantrian” di Kawasan Lama

Oleh: Tedi Kholiludin Persis sehari sebelum puasa dilaksanakan, saya sengaja menyambangi wilayah santri di tengah Kota Semarang, Kauman. Setelah memarkir motor di depan Masjid Besar,...
spot_imgspot_img

Subscribe

Popular articles

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...