Tedi Kholiludin
Februari 2017 lalu saya berkesempatan hadir di sidang tahunan para pendeta Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Palembang, Sumater Selatan. Seorang...
Oleh: Tedi Kholiludin
KH. Ahmad Siddiq punya penjelasan teologis yang mengena ihwal Pancasila. Menurut Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 1984-1991, Pancasila melambangkan...
Oleh: Tedi Kholiludin
“Ada dua orang yang sangat dekat dengan imajinasi saya ketika berbicara Purworejo, Kyai Sadrach dan Driyarkara. Sadrach meninggal disini, sementara Driyarkara lahir...
Oleh: Tedi Kholiludin
Selasa (29/5), Romo Eduardus Didik Didik Cahyono SJ mengajak saya dan Mas Setyawan Budi ikut mengisi acara di Susteran Paroki Gereja Katolik...
Oleh: Tedi Kholiludin
Saya diminta teman-teman dari SPEKHAM, sebuah lembaga yang cukup tua di Solo untuk berbagi cerita tentang bagaimana mengelola keragaman. Senang sekali...
Oleh: Tedi Kholiludin
Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....