Oleh: Tedi Kholiludin
Saya diminta teman-teman dari SPEKHAM, sebuah lembaga yang cukup tua di Solo untuk berbagi cerita tentang bagaimana mengelola keragaman. Senang sekali...
Oleh: Tedi Kholiludin
Hari Waisak, bagi umat Buddha menjadi semacam tetesan air yang jernih di tengah teriknya padang pasir. Ada perasaan yang sungguh menenangkan jiwa....
Oleh: Tedi Kholiludin
Pasar adalah ruang yang egaliter. Penjual dan pembeli beradu harga mencari kesepakatan. Sesekali pembeli menggerutu sembari menenteng barang yang dibeli. “Dasar Cina.”...
Oleh: Tedi Kholiludin
Dalam sebuah cuitannya, KH. Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah mengingatkan tentang standar kesalehan. Saya kutipkan saja twit lengkapnya disini;
“Mengukur...
Oleh: Tedi Kholiludin
Masih ingat bagaimana Dani Alves menyikapi diskriminasi yang dihadapinya? 27 April 2014, Barcelona menantang tuang rumah Villarreal pada lanjutan Primera Division atau...
Oleh: Tedi Kholiludin
Sekitar tahun 2007 saya pernah berbincang agak lama dengan seorang Tionghoa Muslim. Itu saya lakukan tak lama setelah ia mengeluarkan album “Tembang...