Penganut Sapto Darmo: “Mati Saja Sulit, Apalagi Hidup”

Penganut Sapto Darmo di Desa Cikandang Kecamatan Kersana...

Gereja Mormon di Indonesia dan Pergulatan Membangun Identitas (bagian 1)

Bangunannya terawat rapi dan bersih. Posisinya persis di tengah...

Toleransi dan Pertanyaan tentang Kesetaraan

Oleh: Tedi Kholiludin Dalam beberapa kali diskusi, Izak YM Lattu...

Agama, Seks dan Moral

Oleh: Sumanto Al Qurtuby Seks, sebagaimana Tuhan, adalah sesuatu yang...

Jam 2 Malam, Guru ini Intip Proses Radikalisasi di Sekolah

Ungaran, elsaonline.com – Penanaman doktrin radikal pada siswa SMA...

Artikel

Pilar-pilar Kebudayaan Arab Pra Islam

Bukan hal yang sederhana untuk menguak sejarah pra Islam dengan berbagai aksesorisnya. Dua peradaban besar yang nampak yakni Yunani dan Romawi; Yunani dengan tradisi filsafatnya yang menggejala keseluruh seantero, meskipun ada diskriminasi terhadap perempuan luar biasa termasuk belum ada persamaan dalam hak-haknya, sebut saja; perempuan masa itu di kurung dalam Istana, diperjualbelikan di pasar dan bertugas untuk memenuhi hasrat laki-laki, tradisi pesta kerajaan menyebutkan tentang itu.

Sarekat Islam dan Gerakan Kiri di Semarang (1917-1920)

Oleh: Tsabit Azinar Ahmad Pegiat Taman Baca Masyarakat Ngudi Kawruh, alumnus PPs Pendidikan Sejarah UNS Memasuki abad XX, kolonialisme di Hindia Belanda memasuki masa kulminasi. Pemerintah...

Merespon Tantangan Baru: Dakwah dan Misi di Semarang 1894-1942

Oleh: M. Shokeh Alumnus Program Pascasarjana Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada. Dosen Universitas Negeri Semarang Pendahuluan Menurut berbagai kajian yang pernah ada, abad ke-19 dalam konteks sejarah...

Tuhan dan Agama dalam Pergumulan Batin Kartini

Oleh: Danang Kristiawan Pelayan di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Mahasiswa Program Pascasarjana Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogjakarta Pengantar Kartini menjadi sosok yang dikagumi...

Tembok Ortodoksi

Mereka dikafirkan, disingkirkan dan dibuang. Kalau sudah sampai pada situasi ini, maka masa depan agama semakin suram. Fatwa demi fatwa dikeluarkan dengan dalih untuk menjaga kemurnian agama. Fatwa, kredo, atau apapun namanya dibuat bukan untuk mengobarkan rasa keadilan. Tapi semuanya itu tak lain hanyalah usaha kelompok mainstream untuk menendang pemikiran-pemikiran yang mendobrak kebekuan tradisi berpikir keagamaan.

Identitas: “Aku” di antara “Yang Lain”

Oleh: Denni Pinontoan Dosen Fak. Teologi UKIT, aktif di Mawale Cultural Center “Aku” sesungguhnya pada saat yang sama adalah “yang lain” dalam sebuah perjumpaan. Sebaliknya “yang...
spot_imgspot_img

Subscribe

Popular articles

Politik Penundaan dan Tata Kelola Kebebasan Beragama

Oleh: Tedi Kholiludin Kasus terkatung-katungnya pembangunan Gereja Beth-El Tabernakel (GBT)...

Kepenyintasan Kultural: Peran Komunitas Membentuk Kota

Kota tidak lahir dari rancangan semata, melainkan tumbuh dari...

Pola Lama Mekanisme Sama

Oleh: Tedi Kholiludin Dua peristiwa tak mengenakkan yang berkaitan dengan...

Perlindungan Pembela HAM di Era Digital: Catatan untuk Revisi UU HAM

Oleh: Tedi Kholiludin Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah meluncurkan...

Dekolonisasi HAM: Transformasi Kultural dan Mobilisasi Politik

Salah satu kritik terhadap penegakan hukum Hak Asasi Manusia...