Selama tahun 2010, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) mencatat setidaknya ada 9 (sembilan) kasus yang berkaitan dengan pelanggaran atau intoleransi keberagamaan di Jawa Tengah. Secara kuantitas, jika dibandingkan dengan tahun 2009, bisa dikatakan bahwa ada grafik menurun. Pada tahun 2009, eLSA mencatat setidaknya ada 32 kasus yang berkaitan dengan intoleransi keberagamaan, masing-masing 3 kasus pelanggaran kebebasan beragama serta 29 kasus intoleransi.
Meskipun demikian, menurunnya angka itu bukan berarti bahwa tingkat toleransi masyarakat Jawa Tengah sangatlah tinggi. Angka ini hanyalah berupa kasus-kasus yang mencuat dan terekam oleh media. Bukan tidak mungkin ini akan bertambah banyak, jika proses pemantauan dilakukan hingga level yang paling dasar.
Rabu, 24/11/2010 09:00 WIB - son
WONOGIRI—Bupati Wonogiri bakal menghapus tiga event budaya tahunan yang sudah menjadi ikon budaya di Kabupaten Wonogiri. Ketiga event itu...
Munculnya ide-ide pembaruan pemikiran Islam dengan konsep-konsep baru seperti sekularisme, liberalisme dan pluralisme di Indonesia seringkali menuai kontroversi. Bahkan kata-kata tersebut—jika diucapkan tanpa rangkaian...
(Semarang, elsaonline.com) - Organisasi massa (ormas) Islam maupun kelompok massa lainnya, selama Ramadan diimbau tidak mengadakan sweeping di tempat-tempat tertentu yang justru...
(Solo, elsaonline.com) - Dahulu, halaman Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan, Solo yang megah itu, sempat terasa sesak. Apalagi, bila waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 Wib, orang terlihat lalu lalang di sekitar gereja.
Semua sibuk menata ruangan, makanan dan minuman dijajar di halaman muka gereja. Para pengurus gereja ini sibuk mempersiapkan sajian berbuka puasa bagi umat muslim di sekitar Gereja Kristen Jawa Manahan Solo, Jawa Tengah.