Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA (YPK ELSA) menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Fakultas Bahasa dan Budaya Untag, Jalan Seteran...
Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang)
elsaonline.com Dalam hidup, kadang kita mengalami sesuatu yang terasa terlalu kebetulan untuk dijelaskan. Bertemu seseorang yang mengubah hidup, membaca tulisan yang terasa sangat relevan, atau mendapatkan kesempatan pada waktu...
Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA menggelar kegiatan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh penting di Kota Semarang pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti para pengurus beserta keluarga dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus...
Semarang, LPM Menteng UNWAHAS Gelar Diskusi Publik Politik Minoritas, Tiga Akademisi Soroti Isu Agama dan Identitas
Semarang, Suasana kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang terasa lebih hidup pada Kamis (23/10/2025) pagi. Diskusi Publik dan Bedah Buku...
Wawancara dengan Prof John A. Titaley (Guru Besar Ilmu Teologi dan Rektor UKSW Salatiga)
Perkembangan aliran-aliran keagamaan dalam kekristenan itu dimungkingkan, karena...
Berikut ini hasil wawancara reporter elsaonline.com, M. Nasrudin dengan Abu Hapsin, Ph.D, penasehat dan Dewan Pendiri eLSA tentang makna Idul Fitri.
Lebaran...
Apakah kesadaran akan kebebasan yang dimiliki oleh manusia terlepas dari keterbatasan-keterbatasan? Kebebasan di satu sisi, apakah tidak bertaut sama sekali dengan keterbatasan di sisi...
Setelah meluncurkan dua seri diskusi, “Religious Studies” serta “Studi Sejarah dan Ilmu Sosial” divisi kajian Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) meluncurkan program kajian...
Oleh: Tedi Kholiludin
Dari dua bentuk intoleransi beragama yang terjadi akhir-akhir ini, penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyyah di Cikeusik Banten serta Perusakan Gereja di Temanggung, persoalan...
(Semarang-elsaonline) Dalam al-Qur’an, Islam digambarkan setidaknya dalam tiga pengertian yakni Din, Millah dan Syari’ah. “Ketiganya memiliki maksud yang berbeda, tetapi kemudian diartikan sama, yakni...
Bukan hal yang sederhana untuk menguak sejarah pra Islam dengan berbagai aksesorisnya. Dua peradaban besar yang nampak yakni Yunani dan Romawi; Yunani dengan tradisi filsafatnya yang menggejala keseluruh seantero, meskipun ada diskriminasi terhadap perempuan luar biasa termasuk belum ada persamaan dalam hak-haknya, sebut saja; perempuan masa itu di kurung dalam Istana, diperjualbelikan di pasar dan bertugas untuk memenuhi hasrat laki-laki, tradisi pesta kerajaan menyebutkan tentang itu.
Oleh: Tsabit Azinar Ahmad
Pegiat Taman Baca Masyarakat Ngudi Kawruh, alumnus PPs Pendidikan Sejarah UNS
Memasuki abad XX, kolonialisme di Hindia Belanda memasuki masa kulminasi. Pemerintah...
Imung Yuniardi, The Jakarta Post, Semarang | Wed, 01/12/2011 10:55 AM | The Archipelago
Reported cases of religious intolerance in Central Java significantly dropped in...