Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA (YPK ELSA) menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Fakultas Bahasa dan Budaya Untag, Jalan Seteran...
Oleh : Iwan Madari (Pemerhati Kebudayaan Jepang)
elsaonline.com Dalam hidup, kadang kita mengalami sesuatu yang terasa terlalu kebetulan untuk dijelaskan. Bertemu seseorang yang mengubah hidup, membaca tulisan yang terasa sangat relevan, atau mendapatkan kesempatan pada waktu...
Yayasan Pemberdayaan Komunitas ELSA menggelar kegiatan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh penting di Kota Semarang pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti para pengurus beserta keluarga dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus...
Semarang, LPM Menteng UNWAHAS Gelar Diskusi Publik Politik Minoritas, Tiga Akademisi Soroti Isu Agama dan Identitas
Semarang, Suasana kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang terasa lebih hidup pada Kamis (23/10/2025) pagi. Diskusi Publik dan Bedah Buku...
Wawancara dengan Prof John A. Titaley (Guru Besar Ilmu Teologi dan Rektor UKSW Salatiga)
Perkembangan aliran-aliran keagamaan dalam kekristenan itu dimungkingkan, karena...
Berikut ini hasil wawancara reporter elsaonline.com, M. Nasrudin dengan Abu Hapsin, Ph.D, penasehat dan Dewan Pendiri eLSA tentang makna Idul Fitri.
Lebaran...
Apakah kesadaran akan kebebasan yang dimiliki oleh manusia terlepas dari keterbatasan-keterbatasan? Kebebasan di satu sisi, apakah tidak bertaut sama sekali dengan keterbatasan di sisi...
Selama tahun 2010, Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) mencatat setidaknya ada 9 (sembilan) kasus yang berkaitan dengan pelanggaran atau intoleransi keberagamaan di Jawa Tengah. Secara kuantitas, jika dibandingkan dengan tahun 2009, bisa dikatakan bahwa ada grafik menurun. Pada tahun 2009, eLSA mencatat setidaknya ada 32 kasus yang berkaitan dengan intoleransi keberagamaan, masing-masing 3 kasus pelanggaran kebebasan beragama serta 29 kasus intoleransi.
Meskipun demikian, menurunnya angka itu bukan berarti bahwa tingkat toleransi masyarakat Jawa Tengah sangatlah tinggi. Angka ini hanyalah berupa kasus-kasus yang mencuat dan terekam oleh media. Bukan tidak mungkin ini akan bertambah banyak, jika proses pemantauan dilakukan hingga level yang paling dasar.
Oleh: M. Shokeh
Alumnus Program Pascasarjana Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada. Dosen Universitas Negeri Semarang
Pendahuluan
Menurut berbagai kajian yang pernah ada, abad ke-19 dalam konteks sejarah...
Oleh: Ceprudin
Judul buku : Nirkekerasan dan Bina-Damai dalam Islam; Teori dan Praktek
Jumlah Halaman : 340
Penulis : Mohammed Abu Nimer
Penerbit : Alvabet dan Paramadina
Tahun...
Rabu, 24/11/2010 09:00 WIB - son
WONOGIRI—Bupati Wonogiri bakal menghapus tiga event budaya tahunan yang sudah menjadi ikon budaya di Kabupaten Wonogiri. Ketiga event itu...
Oleh: Ceprudin
Judul : Semar Dadi Ratu: Mengenang Gus Dur Kala Jadi Presiden
Jumlah Halaman : 196+l
Penulis : Sumanto Al Qurtuby
Penerbit : eLSA Semarang
Tahun Terbit ...
Saya bukan anak Gus Dur, bukan pula kerabat dan sanak-saudaranya. Saya juga bukan “santri” Gus Dur. Saya juga bukan orang yang pernah mendapatkan “syafa’at”...